Danny Pomanto Bujuk Kemenhub untuk Rancang Kereta Api Melayang di Makassar

TALINUSA.COM – Setelah proyek rel kereta api pertama di Sulawesi Makassar-Parepare jalur Maros-Barru diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merespons usulan Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, soal jalur di Kota Makassar ingin menggunakan konsep elevated atau melayang.

Danny sapaan akrab Walikota Makassar itu juga hadir pada peresmian tersebut menyatakan siap melanjutkan pembangunan rel pada tahun 2024 mendatang. Namun dia tetap ngotot menghendaki agar nantinya kereta api di kota Makassar ini menggunakan rel melayang.

“Saya sudah beri selamat ke Pak Menhub, saya tanyakan tentang Bagaimana Makassar, katanya Pak Presiden bilang ini sementara kita urus. Mudah-mudahan elevated Pak ya, saya sampaikan begitu,” kata Danny, Rabu (05/04/2023).

Danny pun telah bertemu dengan tim teknis Balai Pengelola Kereta Api (BPKA) Sulawesi Selatan setelah adanya pergantian kepala BPKA. Menurutnya, kepala BPKA yang baru ingin mendapatkan masukan dari pemerintah setempat.

“Jadi mulai baguslah, saya anggap bagus dengan datangnya teknis. Saya tidak tahu jadi atau tidak, tapi mereka datang dan bilang kali ini kebijakannya minta input dari daerah,” kata Danny.

Dany juga menanggapi perihal masih banyaknya masalah pembebasan lahan di Maros padalah sudah diresmikan. Terkait hal ini, dia menegaskan hal serupa tidak akan terjadi di wilayahnya.

Dia mengaku tak mudah memang untuk meyakinkan warga agar bersedia menyerahkan lahannya. Namun pihaknya akan berupaya agar tidak terkendala urusan pembebasan lahan.

“Kalau pengalaman kita membebaskan 147 persil di jalan tol new port kan tidak ada masalah, padahal itu rumitnya banyak sekali,” kata Danny.

Kereta api Makassar-Parepare merupakan bagian dari rencana kereta api trans Sulawesi yang menghubungkan Makassar di Sulawesi Selatan hingga Manado di Sulawesi Utara.

Presiden Joko Widodo menyatakan kereta api ini menjadi titik awal pembangunan saranan transportasi publik terintegrasi di Sulawesi.

(Red/*)

Komentar