Kejati Sulsel Tangkap ex Kepala BAKD Takalar Terkait Korupsi Tambang Pasir Laut

TALINUSA.COM – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) menangkap dan menahan mantan Kepala Badan Pengelolaan Aset dan Keuangan Daerah (BAKD) Kabupaten Takalar, berinisial GM, Kamis (30/3/2023).

GM ditetapkan sebagai tersangka pertama dalam kasus dugaan korupsi penetapan harga jual tambang pasir laut di Galesong Utara, Kabupaten Takalar tahun 2020.

Dilansir dari laman ujungjaricom, diketahui GM saat ini disebut masih menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Pemkab Takalar.

Sebelum ditahan, GM menjalani pemeriksaan maraton di lantai V kantor Kejati Sulsel selama lima jam.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel, Eben Ezer Simanjuntak, saat menggelar konfrensi pers mengatakan bahwa penetapan tersangka GM dilakukan setelah tim penyidik menggelar ekapose perkara.

Eben Ezer lanjut menyampaikan bahwa, tersangka GM juga bertanggung jawab atas terjadinya penurunan harga jual tambang pasir laut dari Rp10 ribu per meter kubik yang sesuai dalam regulasi menjadi Rp 7.500 perkubik. Atas penurunan harga itu, negara dirugikan sebesar Rp7,6 miliar.

“Negara mengalami kerugian berdasarkan audit dari Inspektorat Sulsel, maka tahap awal, ini tersangka GM akan menjalani penahanan selama 20 hari ke depan di Lapas Makassar,” kata Eben.

Diketahui, sehari sebelumnya Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) NGO Sulawesi, Djusman AR, menyoroti penanganan perkara ini.

Djusman AR bahkan meminta KPK untuk melakukan supervisi terkait penanganan kasus ini. Komentar Djusman di media massa pun menuai reaksi.

“Teman teman di Kejati Sulsel cukup merespon sorotan kami, dan mereka berjanji akan secepat mungkin menyikapi. Dan terbukti, hari ini direalisasikan dengan penetapan tersangka sekaligus penahanan. Kami mengapresiasi Kejati Sulsel, ” pungkas Djusman AR.

(Red/*)

Komentar