Pengadilan Tinggi Makassar Pangkas Hukuman Terdakwa Pembunuhan Pegawai Dishub

TALINUSA.COM – Majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Makassar menjatuhkan vonis terhadap Sulaiman alias Sule, terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Najamuddin Sewang pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar yang tewas tertembak beberapa waktu lalu.

Sebelumnya terdakwa Sulaiman alias Sule dijatuhi hukuman 18 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Makassar, karena terbukti secara sah menghilangkan nyawa orang lain secara berencana dan bersama-sama.

Terdakwa dikenakan Pasal 340 KUHP, jo Pasal 55 ayat (1) ke-(1). Namun vonis 18 tahun penjara itu dinilai terlalu tinggi oleh terdakwa Sule, sehingga terdakwa Sule melakukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Makassar.

Dan kemudian akhirnya, terdakwa Sule dijatuhi hukuman pidana penjara selama 10 tahun oleh Majelis hakim Pengadilan Tinggi Makassar.

Dengan adanya vonis ringan oleh majelis hakim Pengadilan Tinggi Makassar tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) langsung menolak menerima vonis 10 tahun penjara terhadap terdakwa Sulaiman alias Sule.

“Kami menolak vonis 10 tahun tehadap terdakwa Sulaiman, makanya kami selaku JPU langsung mengajukan upaya Kasasi di Mahkamah Agung,” tegas Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Makassar, Asrini As’ad, Rabu (8/3/2023).

Asrini mengatakan bahwa putusan yang dijatuhkan hakim Pengadilan Tinggi Makassar, terhadap terdakwa Sulaiman alias Sule tersebut dinilai terlalu rendah dari vonis majelis hakim di pengadilan tingkat pertama yakni 18 tahun penjara, dan juga menurutnya jauh lebih rendah dari yang dituntutkan oleh JPU selama 18 tahun penjara.

“Itulah makanya JPU ajukan Kasasi. Karena dalam sidang kasus ini sudah terbukti, dan terdakwa juga telah mengakui perbuatannya,” terang Asrini As’ad.

Terkait vonis ringan majelis hakim Pengadilan Tinggi Makassar, Juni Sewang selaku kakak korban yang dimintai keterangan mengaku sangat menyayangkan vonis ringan hakim di Pengadilan Tinggi Makassar terhadap terdakwa Sulaiman alias Sule.

“Sampai kapan pun perbuatan terdakwa terhadap adik saya Najamuddin Sewang tidak akan pernah saya maafkan, termasuk hakim PT yang menjatuhkan vonis ringan terhadap terdakwa,” tegas Juni Sewang.

Tidak ada ruang maaf bagi pelaku, kata Juni, apalagi pelaku tidak sama sekali memiliki rasa bersalah, justru alih-alih malah melakukan banding.

“Ada apa Hakim Pengadilan Tinggi Makassar hingga mengeluarkan putusan jauh lebih ringan dari vonis Pengadilan Negeri Makassar,” bebernya.

Menurut Juni Sewang, perbuatan Pidana ini jelas sudah dibuktikan melalui persidangan. Seharusnya masa hukumannya lebih tinggi dibanding Pengadilan Negeri, ini malah jauh lebih ringan.

“ini ada kongkalikong, ada apa dengan Hakim Pengadilan Tinggi, ini harus setimpal. Bukan lagi menuduh kalau ada permainan bayar bayar antara Sulaiman dengan Hakim Pengadilan Tinggi Makassar, saya yakin ada kongkalikong antara Hakim PT dan Sulaiman,” pungkasnya.

(Red/*)

Komentar