Bersedia Direlokasi, Warga Sekitar Depo Pertamina Plumpang Minta Ganti Untung

TALINUSA.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menemui dan berbicara langsung dengan warga yang terkena dampak kebakaran Depo Pertamina Plumpang. Jokowi menyampaikan kepada warga agar mau direlokasi ke daerah lain usai peristiwa kebakaran.

“Saya sudah perintahkan kepada Menteri BUMN dan juga Gubernur DKI untuk segera mencari solusi dari kejadian yang terjadi di Plumpang. Terutama, karena ini zona yang bahaya. Tidak bisa lagi ditinggali, tetapi harus ada solusinya. Bisa saja Plumpang nya digeser ke reklamasi atau penduduknya yang digeser ke relokasi,” kata Jokowi di posko pengungsian korban kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, Minggu (5/3/2023).

Terkait hal itu, sejumlah warga meminta adanya kepastian atas nasib mereka. Salah satu warga, Tulus (52) mengaku sudah tinggal di Plumpang kurang lebih selama 40 tahun. Ia mengaku bahwa dirinya tidak berpikir banyak saat memutuskan bertempat tinggal di area sekitar Depo Pertamina Plumpang.

“Yang penting ada tempat tinggal. Enggak peduli itu ada rintangan atau apa gitu. Kalau bencana itu kan bukan di sini saja, di mana-mana pasti ada bencana,” ujar Tulus di Plumpang, Jakarta, Minggu (5/3/2023).

Sementara itu, Tulus mengakui pelaksanaan relokasi warga pada akhirnya menjadi keputusan pemerintah setempat nantinya. Hanya saja, dia menekankan agar bisa memperoleh kepastian untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak.

Sementara itu, Gunawan (30) mengaku sudah tinggal di dekat Depo Pertamina Plumpang sejak tahun 1991. Ia mengatakan bahwa dulu permukiman di sekitarnya masih belum dipadati oleh penduduk.

Soal usulan relokasi, Gunawan meminta agar pemerintah menyiapkan uang ganti jika betul dilaksanakan. Dia pun menegaskan bahwa kediamannya memiliki sertifikat yang sah, sehingga legal di mata hukum.

“Kalau dapat, tanah resmi kan. Ganti untung, bukan ganti rugi. Kalau ganti rugi, rugi nanti,” kata Gunawan.

(Red/*)

Komentar