Dialog Wangsit dan Bahrasin Tentang Gejolak Alam, oleh: Anam Khan

Temanku Bahrasin, Aku ingin mengirimmu untuk bertemu dengan mahluk Tuhan yang bernama Wangsit dan Gelombang lalu engkau tanyakan padanya apa sebab gejolak yang terjadi dibumi saat ini.

Bahrasin : “siap teman, Aku akan pergi ke wangsit dan Gelombang dan Aku akan menjalankan keinginanmu itu..”

Bahrasin : “wahai wangsit makhluk Allah yang dulu kakakmu yang bernama Wahyu selalu diturunkan pada nabi-nabi ,sedangkan engkau saat ini sebagai adik dari Wahyu diturunkan pada Aulia’ dan hamba-hamba pilihan”

Bahrasin : “Wahai wangsit sang hamba Allah, Aku diminta oleh temanku untuk menemuimu dan diminta untuk bertanya tentang gejolak yang terjadi di bumi saat ini..”

Wangsit : “maha suci Tuhan Yang telah memilihku untuk menyampaikan pengetahuan hakiki pada hamba-hamba pilihannya Dan maha suci Tuhan yang telah mempertemukanku dengan dirimu wahai Bahrasin”

“Sejak zaman Wahyu kakak ku banjir dibumi ini selalu terjadi, dan banjir-banjir yang terjadi dibumi saat ini adalah anak-anak banjir yang terjadi dizaman Nuh”

“Di bumi kerusakan alam memang selalu datang silih berganti dan itu memang karena ulah tangan manusia itu sendiri dan sampai kapanpun kebiasaan banjir ini akan selalu terjadi di musim hujan..”

“Jika pohon -pohon selalu ditebang oleh sebangsa manusia, pasak-pasak bumi selalu diratakan dan pasir laut selalu dikeruk dan lalu dibawa ke darat”

Bahrasin : “lalu apa yang harus dilakukan oleh sebangsa manusia wahai wangsit?”

Wangsit : “sampaikan pada temanmu yang dari Bangsa manusia itu lalu katakan pada sebangsanya, berhentilah untuk melakukan penebangan pohon -pohon, meratakan pasak-pasak bumi dan mengeruk pasir dilaut karena jika itu terus dilakukan maka akan menjadi penyebab berjatuhnya banyak korban nyawa anak manusia dan jagalah lingkungan bumi itu untuk mencegah banyaknya nyawa -nyawa penghuni bumi yang akan menjadi korban diselanjutnya”

Bahrasin : “Aku melihat banyak manusia yang berkumpul dilaut secara berjamaah ada kelompok yang membaca dzikir dan puji-pujian pada Tuhannya dan ada sebagian kelompok yang membawa sesembahan pada penjaga laut itu”

Wangsit : “teman, bukankah mereka juga tahu bahwa kerusakan-kerusakan yang terjadi didarat dan dilaut itu karena ulah tangan segolongan mereka sendiri, seribu kambing dan seribu onta pun yang mereka jadikan sesembahan untuk mencegah terjadinya amukan air laut ini tetap akan sia-sia, karena pasir yang menjadi benteng untuk mencegah terjadinya air laut kedarat mereka keruk lalu mereka jual dengan harga yang sangat murah yang sangat tidak sebanding dengan harga nyawa anak manusia..”

Bahrasin : “lalu apa nasehatmu untuk temanku dan sebangsanya itu??”

Wangsit : “sampaikan pada temenmu itu bahwa alam Asma’ Alam jabarut, Alam malakut, dan Alam tasbih dan tahmid ribuan kali lebih besar dan lebih luas dari pada bumi yang ditempati oleh temanmu itu Dan kami tidak serta Merta melakukan kerusakan -kerusakan seperti sebangsa temanmu dibumi karena tugas kami hanyalah menyembah dan beribadah kepadanya..”

Wallahu a’lam,

(Oleh : Anam Khan)

Komentar