oleh

Cucu Anrong Guru Bontonompo Silaturahmi di Kediaman Cucu Raja Gowa dan Bone

Makassar, TALINUSA.COM – Cucu Anrong Guru Bontonompo Syafruddin Hanafie Daeng Ngunjung melakukan kunjungan silaturahmi di kediaman Drs Andi Abdullah Bau Sawa Mappanyukki yang merupakan Cucu dari Andi Mappanyukki Sultan Ibrahim Raja Bone ke-32 dan juga Cucu dari Makkulau Daeng Serang Karaeng Lembang Parang Sultan Husain Raja Gowa ke-34.

Dalam kunjungan silaturahmi ini, Syafruddin Hanafie Daeng Ngunjung di dampingi oleh Puteranya yang bernama Citra Mahardhika Daeng Se’re selaku Humas Kerukunan Keluarga Kare Karaeng Anrongguru Bontonompo, dan di terima oleh Drs Andi Abdullah Bau Sawa Mappanyukki yang di dampingi oleh Andi Makkarodda Karim, di kediamannya di Istana Balla Lompoa Jongaya (ex Istana Andi Mappanyukki) Jl Kumala no.160 Makassar, Sabtu 17 September 2022.

Dalam pertemuan Silaturahmi ini, Syafruddin Hanafie Daeng Ngunjung dan Drs Andi Abdullah Bau Sawa Mappanyukki membahas tentang hubungan kekeluargaan dan kekerabatan rumpun Raja Gowa dan Bone serta rumpun Anrong Guru Bontonompo di masa lampau, dan juga mengenai pentingnya meneruskan silaturahmi antar keluarga.

Syafruddin Hanafie Daeng Ngunjung adalah Cucu dari Mammuntuli Daeng Rombo Anrong Guru Bontonompo ke-5 yang memerintah di Bontonompo pada tahun 1911 sampai 1927, Daeng Ngunjung sering disapa “Tetta Unjung” ini juga Cucu langsung dari Lahere Daeng Nanring Gallarrang Manuju (Turunan ke-7 Mangarangi Daeng Manrabbia Sultan Alauddin Raja Gowa XIV), Tetta Unjung juga memiliki Trah Bone dan Luwu dari Neneknya yang bernama I Halijah Daeng Te’ne (Istri Anrongguru Mammuntuli).

Dalam pertemuan ini, Citra Mahardhika Daeng Se’re selaku Humas Kerukunan Keluarga Kare Karaeng Anrong Guru Bontonompo menyampaikan bahwa pada tahun 1905 Makkulau Daeng Serang Karaeng Lembang Parang Raja Gowa ke-32 mengembalikan Panji kebesaran Bendera Pataka Gaukang Bontonompo setelah sebelumnya disita oleh Belanda pada tahun 1868 dalam peristiwa Bunduka ri Mangasaya.

“Bendera Pataka Sa’be Tamammalisi’na Bontonompo atau Panji Gaukang Bontonompo itu di kembalikan oleh Kakek Andi Abdullah Bau Sawa yang bernama I Makkulau Daeng Serang karaeng Lembang Parang Raja Gowa ke-32 pada tahun 1905, dan di serahkan kepada leluhur kami yang bernama I Mannyaurang Daeng Sibali Anrongguru Bontonompo ke-4, hal itu dilakukan oleh Somba Makkulau agar membangkitkan semangat orang-orang Bontonompo untuk kembali bersatu melawan kolonial Belanda” kata Citra Mahardhika Daeng Se’re.

Drs Andi Abdullah Bau Sawa Mappanyukki yang juga Kakak dari ex Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Andi Muhammad Bau Sawa, juga menyampaikan bahwa Bontonompo tidak pernah terlepas dari Gowa dan Bone.

“Ini adalah satu kesatuan yang tidak pernah terlepas, terlebih lagi bahwa leluhur Anrong Guru Bontonompo merupakan Trah dari Arung Lemoape dan Arung Macege Bone, jika ditarik garisnya akan sampai pada Raja Gowa ke-9 Daeng Matanre Karaeng Tumapa’risi kallonna” kata Sang Birokrat Andi Abdullah Bau Sawa Mappanyukki.

(Red/*)

Komentar

News Feed