Pintu Waduk Bilibili Dibuka Setinggi 30 Cm

Gowa, TALINUSA.COM – Tingginya curah hujan sepekan ini membuat volume air di dalam waduk bendungan Bili bili yang terletak di Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, ini juga naik. Karena tingginya volume air, maka pintu waduk Bilibili terpaksa dibuka setinggi 30 cm.

Pada Jumat kemarin (27/5) sekitar pukul 14.00 wita, data dari Balai Besar Wilayah Sungai Pompengang Jeneberang (BBWSPJ), menunjukkan bahwa garis elevasi waduk Bilibili sudah mencapai 99,42 meter di atas permukaan laut (Mdpl).

Menurut pihak balai BWSPJ, bahwa batas air ini masih berada di bawah elevasi normal yakni di 99,50 Mdpl. Dan setelah dilakukan pembuangan sebagian air, garis elevasi berada diangka 99,39 Mdpl.

Walaupun masih di bawah angka normal, tetapi air sudah mendekati garis elevasi normal tersebut. Untuk itu pihak balai segera melakukan pembukaan pintu air atau spillway dengan tinggi 30 sentimeter (cm).

Menurut Rini, pejabat fungsional Jaringan Madya BBWSPJ yang dikonfirmasi kemarin (Jumat 27/5) pada pukul 14.16 Wita via WhatsApp, menjelaskan bahwa alasan dibukanya pintu Spillway ini bertujuan untuk mengeluarkan sebagian air didalam waduk ke pembuangan yang akan mengalir menuju sungai Jeneberang.

“Pintu spillway dibuka untuk mengeluarkan sebagian air didalam waduk, agar mekanisme waduk dapat terisi lagi jika curah hujan kembali tinggi. Memang seperti itu aturannya, untuk saat ini pintu spillway dibuka tidak terlalu tinggi, hanya sekitar 30 cm saja” kata Rini.

Sesuai aturan teknis, garis elevasi genangan air di sebuah waduk memiliki tingkatan-tingkatan, mulai dari tingkatan normal hingga ke tingkatan status siaga. Secara rinci tingkatan batas elevasi normal waduk adalah 99,50 Mdpl, status waspada jika mencapai angka 101,70 Mdpl, status berubah menjadi siaga jika 102,60 Mdpl, dan status elevasi awas apabila sudah berada di 103,30 Mdpl.

Rini menjelaskan bahwa kondisi elevasi waduk Bilibili saat ini masih berada dalam status aman, Karena pihak waduk sudah melakukan pembukaan pintu spillway setinggi 30 cm.

Rini juga menyampaikan, selama pembukaan pintu air di waduk bilibili, masyarakat dilarang melakukan aktifitas di sungai Jeneberang. Seperti melakukan aktifitas menyeberang sungai, memancing dan menjala ikan, karena volume air sungai jeneberang tentunya akan cukup besar dan alirannya juga akan deras.

Saat dihubungi terpisah, Kapolsek Parangloe AKP Mudatsir, juga mengatakan bahwa sejauh ini kondisi waduk Bilbili masih tetap aman. Akan tetapi, pihaknya tetap menghimbau kepada masyarakat sekitar sungai jeneberang untuk selalu berhati-hati terhadap intensitas curah hujan yang tinggi, dan juga melarang masyarakat untuk melakukan aktivitas di DAS Jeneberang untuk saat ini, karena volume air sungai sedang naik.

“Untuk saat ini jangan melakukan aktivitas di pinggir sungai, apalagi menyeberang sungai atau memancing dan menjala ikan, karena volume air sungai sedang naik. Saya juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak menyebarkan berita hoaks terkait kondisi waduk Bilibili, Karena saat ini waduk masih berada dalam status Normal dan Aman” jelas AKP Mudatsir.

(Red/*)

Komentar