Rekonstruksi Pembunuhan Najamuddin, Pelaku Menembak Korban Pakai Tangan Kiri

Makassar, TALINUSA.COM – Penyidik dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Makassar kembali menggelar lanjutan dari rekonstruksi kasus penembakan yang menewaskan Najamuddin Sewang. Adegan rekonstruksi digelar di tempat kejadian peristiwa (TKP) jalan Danau Tanjung Bunga, pada Jumat (20/5).

Dalam adegan reka ulang yang dilakukan tersebut, tampak terlihat eksekutor penembakan sangat lihai dalam menjalankan aksinya tersebut. Dengan mengendarai sepeda motor jenis matik Honda Beat Pop berwarna hitam, pelaku yang diketahui bernama Chaerul Aklam (oknum Anggota Brimob Polda Sulsel) menembak korban dengan hanya menggunakan tangan kirinya.

Fakta baru juga terungkap dalam proses rekonstruksi ini, Chaerul dibayar oleh tersangka Iqbal Asnan untuk menghabisi korban Najamuddin. Bukan Rp85 juta seperti yang diberitakan sejauh ini, Iqbal yang ketika itu menjabat sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Makassar ternyata pada saat itu menjanjikan Rp200 juta agar Chaerul dapat membunuh Najamuddin Sewang.

”Jadi, tersangka menjanjikan Rp200 juta kepada eksekutor, Tapi yang diberikan baru Rp90 juta, dan Itu di luar dari Rp20 juta yang telah diberikan sejak pertama” kata Kasatreskrim Polrestabes Makassar AKBP Reonald Truly Sohomuntai Simanjuntak, jumat 20/5.

Dalam adegan rekonstruksi itu, terdapat empat adegan yang diperagakan oleh tersangka Chaerul selaku eksekutor. Di adegan pertama ia mengikuti korban setelah bertugas di kawasan Centre point of Indonesia, Kemudian ia menuju ke Jalan Metro Tanjung Bunga dengan mengendarai sepeda motor.

Chaerul telah mengetahui tentang Najamuddin, karena sebelumnya ia sudah melihat foto korban yang diperlihatkan oleh tersangka Sulaiman.

Ketika ia telah sampai di kawasan Jalan Danau Tanjung Bunga, Najamuddin yang juga mengendarai sepeda motor berbelok ke kiri, Chaerul lalu terus membuntutinya dari belakang, sehingga keduanya tampak berkendara saling beriringan.

Tidak jauh dari pertigaan Jalan Danau Tanjung Bunga, yaitu sekitar dekat Masjid Cheng Ho, tersangka kemudian mendekatkan motornya dari kendaraan korban. Kurang lebih sekitar jarak 3 meter, Chaerul lalu mencabut pistol menggunakan tangan kiri, tangan kanan nya tetap memegang setir motor agar tetap dapat melaju, dan hingga kemudian oknum polisi itu pun mengeksekusi korban.

Dengan satu kali tembakan, korban langsung tidak sadarkan diri. Dengan kondisi yang sudah terkena peluru, Naja oleng bersama sepeda motornya. Motornya yang saat itu masih tetap melaju pun langsung ikut terjatuh. Jarak jatuhnya hanya sekitar beberapa meter dari titik lokasi ia tertembak, tepat di seberang jalan petigaan Jalan Danau Tanjung Bunga, yang tak jauh dari penjual tanaman hias.

Di saat yang sama, tersangka Chaerul langsung tancap gas dan menyalip korban yang sudah oleng. Tersangka masih sempat melihat korban melalui kaca spion motornya untuk memastikan bahwa korban sudah tidak berdaya. Dan selanjutnya tersangka Chaerul pun kabur meninggalkan lokasi kejadian.

Tidak lama kemudian, seorang saksi yang berada disekitar lokasi yang melihat kejadian tersebut, segera datang menghampiri korban yang sudah terjatuh bersama motornya, Saat itu kaki sebelah kanan Naja tertimpa sadel motor. Saksi lalu segera mengangkat tubuh Najamuddin ke tepi jalan.

Tersangka Chaerul yang sudah kabur sempat singgah di jembatan Tanggul Patompo yang jaraknya sekitar 4.000 meter dari lokasi kejadian. Di sini ia kemudian segera membuka jaket ojek daring yang berwarna kuning yang ia gunakan untuk mengeksekusi korban, lalu ia membuang jaket tersebut ke kanal dengan menggunakan tangan kiri untuk menghilangkan jejak.

Pada adegan rekonstruksi berikutnya, usai Chaerul melakukan aksinya, Chaerul kembali ke rumah kos nya yang berlokasi di belakang Asrama Brimob Pa’baeng-Baeng, Jalan Sultan Alauddin.

Di lokasi kosan Chaerul, ia bertemu dengan Sulaiman dan segera menyerahkan sepeda motor serta pistol yang telah ia gunakan untuk mengeksekusi korban. Dalam proses reka ulang adegan ini, penyidik menggelarnya di depan Mapolsek Tamalate sebagai TKP pengganti.

Besoknya, 4 April, Asri kemudian mendatangi Sulaiman untuk menyerahkan uang Rp 90 juta. Selanjutnya Sulaiman menuju ke tempat kos Chaerul dan memberikan uang tersebut. Tetapi, yang diamankan polisi dari tangan Chaerul hanya tersisa Rp85 juta saja, karena selebihnya telah dipakai oleh pelaku.

Sementara uang Rp20 juta yang sebelumnya telah diserahkan Asri ke Sulaiman, uang itu digunakan untuk membeli unit sepeda motor dan senjata secara online melalui situs market place. Motor dan senjata inilah yang kemudian digunakan oleh pelaku Chaerul untuk mengeksekusi korban Naja.

“Senjata yang ia pakai, diperoleh melalui online market place, Yang membeli adalah Sulaiman, Sepeda motor juga ia beli di market place. Maka itu, nomor polisinya tidak sesuai dengan aslinya” ungkap AKBP Reonald Truly.

Usai Chaerul mengembalikan pistol ke Sulaiman, Sulaiman kemudian segera mengubur pistol jenis revolver itu di samping rumahnya yang berlokasi di Minasate’ne, Kabupaten Pangkep.

(Red/*)

Komentar