oleh

Ada Motif Asmara Pada Kasus Penculikan Murid SD di Takalar

Takalar, TALINUSA.COM – Kejadian berawal pada hari Selasa (10/5) pukul 11.00 Wita. Seorang remaja laki-laki mendatangi sebuah Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Takalar. Dia berjalan kaki untuk menjemput seorang murid perempuan yang sudah ia kenal sebelumnya di sekolah SD itu.

Setelah menjemput, mereka berdua berjalan kaki menuju alun-alun Lapangan Makkatang Dg Sibali, Kota Takalar. Di tempat ini, murid SD yang sebelumnya masih menggunakan seragam sekolah kemudian berganti pakaian, Mereka juga membeli minuman lalu diminum bersama.

Dari lapangan Makkatang, keduanya kemudian berjalan lagi menuju ke jalan poros Takalar-Jeneponto untuk mencari becak motor (Bentor). Setelah mendapat bentor mereka berdua menuju kedepan sebuah pesantren.

Dari pesantren itu, mereka kemudian menaiki kendaraan umum dan melanjutkan perjalanannya ke Kabupaten Bantaeng, dan tujuan mereka adalah untuk menemui salah seorang rekan dari remaja pria itu.

Begitulah kronologi atas kejadian kasus penculikan Murid SD yang disampaikan secara terbuka oleh pihak Kepolisian Resort (Polres) Takalar kepada Media.

Selanjutnya, Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Takalar yang telah berkoordinadi dengan Unit Reskrim Polsek Pa’jukukang Polres Bantaeng kemudian bergerak cepat untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Dan hasilnya, pada hari Rabu dinihari (11/5), kasus inipun terungkap. Remaja pria dan murid perempuan yang kabur dari Kabupaten Takalar tersebut ditemukan di wilayah Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng.

Kebenaran atas Pengungkapan kasus ini juga telah disampaikan oleh Wakapolres Takalar Kompol H Abdul Malik, yang didampingi oleh Kasat Reskrim Polres Takalar Iptu Agus Purwanto, kemarin (11/5).

Kompol Abdul Malik mengatakan bahwa pelaku yang membawa kabur anak perempuan di bawah umur tanpa izin dari orangtua itu bernama Anugrah bin H Nasrum alias Bintang. Usianya baru beranjak 19 tahun, Beralamat di Jalan Muh Tahir, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Dan murid SD yang Ia bawa bersamanya berinisial NTA (11 tahun) dan baru duduk di bangkus kelas 5 Sekolah Dasar (SD).

Kompol Abdul Malik yang didampingi oleh Iptu Kaharuddin selaku KBO Polres Takalar yang memimpin Tim Reskrim Polres Takalar dalam mengungkap kasus ini mengatakan bahwa Pelaku bersama anak yang dibawa kabur sekarang telah diamankan bersama dengan barang bukti berupa dua unit handphone.

Polisi berhasil mengungkap kasus ini setelah adanya laporan dari orangtua NTA. Dalam keterangannya, orang tua NTA mengatakan bahwa dirinya datang ke sekolah untuk menjemput sang putri pada pukul 12.00 Wita, namun semua teman puterinya disekolah itu mengatakan bahwa NTA sebelumnya sudah dijemput oleh seseorang.

Mendapat informasi dari teman puterinya di sekolah tersebut, sang orangtua pun bergegas kembali pulang untuk mengecek di rumah. Namun betapa herannya orang tua saat dirumah karena NTA masih juga belum berada di rumah. Dia pun segera menghubungi kerabat dan keluarga, Namun tak satu pun yang mengetahui keberadaan NTA. Sehingga atas Peristiwa ini orangtua NTA langsung melaporkan hal ini ke Kantor Polisi.

Kompol Abdul Malik menyampaikan berdasarkan hasil pemeriksaan, ternyata keduanya ini memiliki hubungan asmara. Si pelaku (Bintang) sengaja datang ke sekolah karena hendak mengajak NTA ke rumah saudaranya di Palopo, namun sebelumnya mereka harus istirahat di Kabupaten Bantaeng. ”Jadi motifnya, menurut kedua belah pihak, ada hubungan asmara” ujar Kompol Abdul Malik.

Kasat Reskrim Polres Takalar Iptu Agus Purwanto juga menambahkan bahwa pelaku penculikan anak di bawah umur ini akan terancam enam tahun penjara, Ia dijerat dengan Pasal 332 KUHP.

(Red/*)

Komentar

News Feed