Menteri BUMN Pecat Seluruh Direksi Kimia Farma Diagnostik, Peroleh Apresiasi dari PDIP

Jakarta, TALINUSA.COM – Menteri BUMN pecat seluruh Direksi Kimia Farma Diagnostik beberapa hari yang lalu, Hal ini disebabkan oleh adanya kasus penemuan swab antigen bekas di Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Namun ada yang menarik, karena keputusan Menteri BUMN ini justru memperoleh apresiasi penuh dari Fraksi PDIP.

Seperti diketahui sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir melakukan pemecatan terhadap semua direksi PT Kimia Farma Diagnostika (KFD).

Perusahaan ini merupakan anak perusahaan dari PT Kimia Farma Apotek dan juga bagian dari Grup PT Kimia Farma Tbk (KAEF).

Pemecatan tersebut terjadi pada 11 Mei 2021 lalu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa atau RUPSLB, Surat pemecatan semua direksi telah dikeluarkan oleh Kementerian BUMN.

Hal ini sebagai janji Erick Thohir yang turun tangan secara langsung untuk menangani kasus tersebut, Adapun pemecatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pemakaian Antigen bekas yang terjadi Bandara Kualanamu beberapa waktu lalu.

Dalam upaya pemecatan ini, Anggota DPR dari Komisi VI fraksi PDIP Deddy Yevri Hanteru Sitorus sangat support langkah dari Erick Thohir tersebut.

Deddy juga menyebutkan bahwa adanya kejadian antigen palsu ini membuktikan bahwa para direksi tersebut telah gagal dalam menjalankan fungsi-fungsinya dengan baik.

Peristiwa tersebut terjadi cukup lama, Hal ini menandakan para direksi kimia farma tidak memiliki kemampuan serta sistem untuk mengawasi adanya penyimpangan.

Selanjutnya, politisi PDI Perjuangan menambahkan bahwa aksi pemecatan semua direksi Kimia Farma Diagnostik tersebut merupakan bukti nyata pemerintah dalam memberikan perhatian kepada kasus swab antigen palsu yang terjadi di kualanamu sumatera utara.

(Rls/Pujime)

Komentar